EDUKASI DETEKSI DINI RISIKO HIPEREMESIS GRAVIDARUM DAN MANAJEMEN MUAL MUNTAH TRIMESTER I PADA IBU HAMIL DI TPMB A PANGAUBAN BANDUNG BARAT

Authors

  • Lina Herlina Program Studi Sarjana Kebidanan dan Profesi Bidan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dharma Husada
  • Anty Hendriyani Dahlia Program Studi Sarjana dan Pendidikan Profesi Kebidanan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dharma Husada
  • Yeti Hernawati Program Studi Sarjana dan Pendidikan Profesi Kebidanan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dharma Husada
  • Salwa Shafa Wijaya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sidajaya, Badan Gizi Nasional, Desa Sidajaya, Kecamatan Cipunagara, Kabupaten Subang
  • Yanti Aryanti Posyandu Anggrek 11, Desa Pangauban, Kecamatan Batujajar untuk afiliasi jurnal adalah Desa Pangauban, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat

Keywords:

Edukasi kesehatan, e-leaflet, ibu hamil, hiperemesis gravidarum, mual muntah

Abstract

Pada periode gestasi, hyperemesis gravidarum dapat muncul sebagai gangguan serius berupa rasa ingin muntah yang intens disertai pengeluaran isi lambung secara berulang dalam tingkat ekstrem yang dapat berisiko memicu kekurangan cairan tubuh, ketidakstabilan kadar elektrolit, terbentuknya badan keton, hingga berkurangnya bobot tubuh. Program pemberdayaan masyarakat ini diarahkan untuk memperluas pemahaman perempuan hamil tentang pengenalan awal potensi hiperemesis gravidarum sekaligus penanganan keluhan mual dan muntah pada tiga bulan pertama kehamilan di TPMB A Pangauban, Kabupaten Bandung Barat. Pelaksanaannya dilakukan melalui penyampaian informasi kesehatan berbantuan e-leaflet dengan rancangan pengukuran sebelum dan sesudah intervensi terhadap 15 perempuan hamil. Kemampuan kognitif responden dinilai melalui angket yang diberikan pada tahap awal dan akhir penyuluhan. Temuan selanjutnya diolah menggunakan analisis deskriptif berupa frekuensi serta proporsi. Rerata skor pemahaman berubah dari 50,0 pada pre-test menjadi 77,3 saat post-test, sehingga diperoleh selisih kenaikan 27,3 poin. Pada pengukuran awal, sebanyak 80,0% responden termasuk tingkat pemahaman rendah dan 20,0% berada pada tingkat sedang. Seusai penyuluhan, kelompok berpengetahuan rendah sudah tidak ditemukan; sebanyak 40,0% masuk tingkatan tinggi dan 60,0% berada pada tingkatan sedang. Penilaian terhadap e-leaflet memperlihatkan penerimaan yang sangat positif. Sebanyak 73,3% responden menilai isi materi mudah dimengerti, 66,7% menganggap visualnya menarik, 80,0% merasakan manfaat informasinya, dan semua responden atau 100% berencana mempelajarinya kembali di tempat tinggal masing-masing. Temuan tersebut memperlihatkan bahwa penyuluhan melalui e-leaflet mampu memperluas wawasan perempuan hamil serta layak dimanfaatkan sebagai sarana komunikasi kesehatan untuk membantu pengenalan awal hiperemesis gravidarum dalam layanan antenatal pada praktik kebidanan mandiri.

Downloads

Published

2026-09-16

How to Cite

Lina Herlina, Anty Hendriyani Dahlia, Yeti Hernawati, Salwa Shafa Wijaya, & Yanti Aryanti. (2026). EDUKASI DETEKSI DINI RISIKO HIPEREMESIS GRAVIDARUM DAN MANAJEMEN MUAL MUNTAH TRIMESTER I PADA IBU HAMIL DI TPMB A PANGAUBAN BANDUNG BARAT . Jurnal Widya Laksmi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 6(2), 107–114. Retrieved from https://jurnalwidyalaksmi.com/index.php/jwl/article/view/249